Kamis, 17 Februari 2011

Membuat Anti Virus sederhana dengan Visual Basic 6.0

Sekarang kehadiran para virus maker (–selanjutnya disingkat jadi VM saja) lokal telah membuat gerah para user komputer tanah air. Bisa dibayangkan bila dari sekian banyak virus lokal tidak satu-dua yang menghancurkan data (terutama bagi file office; word, excel, dll…). Bagi para vendor Anti Virus (–selanjutnya disingkat menjadi AV saja) fenomena ini adalah lahan bisnis untuk produk mereka. Sebut saja NORMAN, yang kini men-support perusahaan konsultan virus lokal (–VAKSIN.COM) , Symantec, McAffe, NOD32, dan sebagainya. Dengan menawarkan update definisi software AV tercepat, engine scanner paling sensitif, dan lain-lain merupakan kiat untuk memancing para korban virus membeli dan menggunakan software AV mereka. Bagi penulis sendiri hal ini memang agak memberatkan mengingat update file definisi atau engine AV tsb haruslah melalui koneksi internet. Lalu bagaimana yang tidak mempunyai akses sama sekali? Konsekuensinya iyalah tertinggal dalam hal pengenalan varian virus baru yang pada ujung-ujungnya membuat

AV yang sudah terinstall bagai 'Macan Ompong'. Kalau kita membuat AV sendiri bagaimana? dengan database definisi yang bisa diupdate oleh kita bahkan dapat saling tukar dengan teman? Bisa saja, dengan syarat mau mempelajari sedikit teknik pemograman.

Pertama kita harus mengerti bagaimana cara kerja sebuah AV sederhana, pada dasarnya sebuah software AV mempunyai komponen-komponen :

1. Engine scanner, ini merupakan komponen utama AV dalam mengenali sebuah pattern virus. Engine ini dapat dikelompokkan menjadi statis dan dinamis. Statis dalam hal ini dapat disebut menjadi spesifik terhadap pattern tertentu dari sebuah file virus. Checksum merupakan salah satu contoh dari engine statis ini. Dinamis dalam artian dia mengenali perilaku 'umum' sebuah virus. Heuristic menjadi salah satu contohnya.

2. Database definition, menjadi sebuah referensi dari sebuah pattern file virus. Engine statis sangat bergantung kepada komponen ini.

3. Decompress atau unpacking engine, khusus untuk pengecekan file-file yang terkompresi (*.rar, *.zip, dll) atau kompresi atau packing untuk file PE seperti UPX, MeW , dll.

Tidak jarang hasil dari pengecekan terhadap file suspect virus menghasilkan false-positive bahkan false-negative (– false-positive berarti file yang bersih dianggap thread oleh AV, dan false-negative berarti file yang 100% thread akan dianggap bersih). Semua itu dapat diakibatkan oleh ketidak-sempurnaan dari engine scanner itu sendiri. Misal

pada contoh kasus Engine String scanner (–Engine scanner yang menyeleksi string-string dari file text-based), bila diterapkan rule 3 out of 5 (– bila AV menemukan 3 dari daftar 5 string kategori malicious) maka AV akan memberikan bahwa file terindikasi sebuah thread yang positif. Padahal file tsb nyatanya tidak menimbulkan efek berbahaya bila dijalankan atau dieksekusi. Kesalahan scanning macam ini

lazim ditemukan untuk file-file *.VBS, *.HTML, dll. Untuk penggunaan engine checksum sangat banyak ditemui di beberapa software AV lokal. Checksum yang lazim digunakan diantaranya CRC16, CRC32, MD5, dll. Dikarenakan mudah untuk diimplementasikan. Engine ini sendiri bukannya tanpa cacat, Checksum bekerja dengan memproses byte demi byte dari sebuah file dengan sebuah algoritma tertenu (– tergantung dari jenis checksum yang digunakan) sehingga menghasilkan sebuah format tertentu dari file tsb. Contoh checksum menggunakan CRC32 dan MD5 :

* calCrc = CRC32(file_name_and_path)

* calMD5 = MD5(file_name_and_path)

Maka isi dari string calCrc adalah 7AF9E376, sedangkan untuk MD5nya adalah 529CA8050A00180790CF88B63468826A. Perlu diketahui bila virus menerapkan rutin yang mengubah byte tertentu dari badan virus tsb setiap kali maka penggunaan engine checksum ini akan kurang optimal karena bila 1 byte berubah dari file maka checksum juga akan berubah. Mari kita belajar membuat sebuah AV sederhana, yang diperlukan :

1. Software Visual Basic 6.0

2. Sedikit pemahaman akan pemograman Visual Basic 6.0

3. Sampel file bersih atau virus (– opsional)

First#

Sekarang kita akan belajar membuat sebuah rutin sederhana untuk :

- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

Buka MS-Visual Basic 6.0 anda, lalu buatlah sebuah class module dan Form dengan menambahkan sebuah objek Textbox, CommonDialog dan Command Button. (Objek commonDialog dapat ditambahkan dengan memilih Project -> COmponent atau Ctrl-T dan memilih Microsoft Common Dialog Control 6.0)

Ketikkan kode berikut pada class module (kita beri nama class module tsb clsCrc) :

[Script Code] :


Private crcTable(0 To 255) As Long 'crc32



Public Function CRC32(ByRef bArrayIn() As Byte, ByVal lLen As Long, Optional ByVal lcrc As Long = 0) As Long



'bArrayIn adalah array byte dari file yang dibaca, lLen adalah ukuran atau size file



Dim lCurPos As Long 'Current position untuk iterasi proses array bArrayIn



Dim lTemp As Long 'variabel temp hasil perhitungan



If lLen = 0 Then Exit Function 'keluar fungsi apabila ukuran file = 0



lTemp = lcrc Xor &HFFFFFFFF

For lCurPos = 0 To lLen

lTemp = (((lTemp And &HFFFFFF00) \\ &H100) And &HFFFFFF) Xor (crcTable((lTemp And 255) Xor bArrayIn(lCurPos)))

Next lCurPos



CRC32 = lTemp Xor &HFFFFFFFF



End Function



Private Function BuildTable() As Boolean



Dim i As Long, x As Long, crc As Long

Const Limit = &HEDB88320

For i = 0 To 255

crc = i

For x = 0 To 7

If crc And 1 Then

crc = (((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF) Xor Limit

Else

crc = ((crc And &HFFFFFFFE) \\ 2) And &H7FFFFFFF



End If



Next x



crcTable(i) = crc



Next i



End Function



Private Sub Class_Initialize()



BuildTable





End Sub






Lalu ketikkan kode berikut dalam event Command1_Click :


[Script Code] :


Dim namaFileBuka As String, HasilCrc As String



Dim CCrc As New clsCrc 'bikin objek baru dari class ClsCrc



Dim calCrc As Long



Dim tmp() As Byte 'array buat file yang dibaca



Private Sub Command1_Click()





CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog



CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog



On Error GoTo erorhandle 'label error handle



CommonDialog1.ShowOpen



namafilbuka = CommonDialog1.FileName



Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary



ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array, # Bugs Fixed #



Get #1, , tmp()



Close #1





calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array



calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC



HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric



Text1.Text = HasilCrc 'tampilkan hasilnya



Exit Sub



erorhandle:



If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number

32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file





COba anda jalankan program diatas dengan memencet

tombol F5, lalu klik Command1 untuk memilih dan membuka file. Maka

program akan menampilkan CRC32nya.


Second#


Kode diatas dapat kita buat menjadi sebuah rutin pengecekan file

suspect virus dengan antara membandingkan hasil CRC32nya dan database

CRC kita sendiri. Algoritmanya adalah :


- Memilih file yang akan dicek

- Membuka file tersebut dalam mode binary

- Memproses byte demi byte untuk menghasilkan Checksum

- Buka file database

- Ambil isi file baris demi baris

- Samakan Checksum hasil perhitungan dengan checksum dari file

Format file database dapat kita tentukan sendiri, misal :

- FluBurung.A=ABCDEFGH

- Diary.A=12345678


Dimana FluBurung.A adalah nama virus dan ABCDEFGH dalah Crc32nya. Jika kita mempunyai format file seperti diatas, maka kita perlu membaca file secara sekuensial per baris serta memisahkan antara nama virus dan Crc32nya. Dalam hal ini yang menjadi pemisah adalah karakter.

Buat 1 module baru (– diberi nama module1) lalu isi dengan kode :

[Script Code] :


Public namaVirus As String, CrcVirus As String

'deklarasi variabel global untuk nama dan CRC virus Public pathExe as

String 'deklarasi variabel penyimpan lokasi file EXE AV kita



Public Function cariDatabase(Crc As String, namaFileDB As String) As Boolean



Dim lineStr As String, tmp() As String 'variabel penampung untuk isi file





Open namaFileDB For Input As #1 'buka file dengan mode input



Do



Line Input #1, lineStr



tmp = Split(lineStr, "=") 'pisahkan isi file bedasarkan pemisah karakter '='



namaVirus = tmp(0) 'masukkan namavirus ke variabel dari array



CrcVirus = tmp(1) 'masukkan Crcvirus ke variabel dari array



If CrcVirus = Crc Then 'bila CRC perhitungan cocok/match dengan database



cariDatabase = True 'kembalikan nilai TRUE



Exit Do 'keluar dari perulangan





End If



Loop Until EOF(1)



Close #1



End Function

Lalu tambahkan 1 objek baru kedalam Form, yaitu

Command button2. lalu ketikkan listing kode berikut kedalam event

Command2_Click :

[Script Code] :


If Len(App.Path) <= 3 Then 'bila direktori kita adalah root direktori pathEXE = App.Path Else pathEXE = App.Path & "\\" End If CommonDialog1.CancelError = True 'error bila user mengklik cancel pada CommonDialog CommonDialog1.DialogTitle = "Baca File" 'Caption commondialog On Error GoTo erorhandle 'label error handle CommonDialog1.ShowOpen namafilbuka = CommonDialog1.FileName Open namafilbuka For Binary Access Read As #1 'buka file yang dipilih dengan akses baca pada mode binary ReDim tmp(LOF(1) - 1) As Byte 'deklarasi ulang untuk array # Bugs Fixed # Get #1, , tmp() Close #1 calCrc = UBound(tmp) 'mengambil ukuran file dari array calCrc = CCrc.CRC32(tmp, calCrc) 'hitung CRC HasilCrc = Hex(calCrc) 'diubah ke format hexadesimal, karena hasil perhitungan dari class CRC masih berupa numeric If cariDatabase(HasilCrc, pathEXE & "DB.txt") Then 'bila fungsi bernilai TRUE MsgBox "Virus ditemukan : " & namaVirus 'tampilkan message Box End If Exit Sub erorhandle: If Err.Number <> 32755 Then MsgBox Err.Description 'error number

32755 dalah bila user mengklik tombol cancel pada saat memilih file


Fitur AV sederhana ini dapat ditambahkan dengan fitur process scanner, akses registry, real-time protection (RTP) dan lain lain. Untuk process scanner pada dasarnya adalah teknik enumerasi seluruh proses yang sedang berjalan pada Sistem Operasi, lalu mencari letak atau lokasi file dan melakukan proses scanning. Fitur akses registry memungkinkan kita untuk mengedit secara langsung registry windows apabila akses terhadap registry (–Regedit) diblok oleh virus. Sedangkan fitur RTP memungkinkan AV kita berjalan secara simultan dengan windows explorer untuk mengscan direktori atau file yang sedang kita browse atau lihat. Untuk ketiga fitur lanjutan ini akan dibahas pada artikel selanjutnya.

2 komentar: